Pada
warnet ataupun hotspot-hotspot biasa terdapat login untuk mengakses internet,
ketika ada masalah konfigurasi Router Mikrotik dapat di-backup dan restore
untuk mencegah pekerjaan konfigurasi ulang jika suatu saat router diganti atau
rusak. Fitur Backup juga berguna ketika anda melakukan kesalahan konfigurasi
dan ingin kembali ke konfigurasi sebelumnya. Konfigurasi yang di-backup ini
akan disimpan dalam bentuk file dan dapat di download atau copy ke harddisk
PC/laptop.
Bayangkan jika tiba-tiba konfigurasi
mikrotik kita ada yang merubah baik disengaja maupun tidak, atau
bahkan router mikrotik nya jebol/mati. berapa lama waktu yang dibutuhkan ketika
harus melakukan konfigurasi ulang lagi dari awal. Jika kita punya backup
konfigurasi mikrotik, maka hal tersebut bisa dihindari, tinggal drag
and drop kemudian klik restore, maka router mikrotik akan berjalan
lagi seperti biasa.Langkah-langkah backup konfigurasi mikrotik.
Konfigurasi dalam router mikrotik dapat di backup dan disimpan untuk digunakan dikemudian hari jika terjadi hal-hal seperti yang disebutkan diatas. Ada 2 jenis backup di dalam mikrotik :
- Binary file – file backup berekstensi .backup
- Tidak dapat dibaca
- Menciptakan return-point, seperti system restore nya windows yang aka mengembalikan setting ke titik tertentu.
2. Script
file – file backup berekstensi .rsc
- Berupa scrip yang dapat dibaca dan diedit
- Tidak mengembalikan konfigurasi seperti semula, akan
tetapi menambahkan konfigurasi sesuai yang ada di dalam script.
File backup tersebut bisa disimpan di dalam komputer agar bisa digunakan sewaktu-waktu dengan cara drag and drop.
Untuk melakukan restore konfigurasi mikrotik yang pernah disimpan, bisa menggunakan tombol Restore yang ada disebelah tombol backup. Tombol ini akan aktif jika kita sudah memilih salah satu file backup yang akan di restore.
Maka konfigurasi anda akan kembali saat di restore.



